Pemilihan Direktur Pelaksana dilakukan oleh 24 anggota Dewan Eksekutif yang mewakili 187 negara melalui proses seleksi yang diprakarsai Dewan Eksekutif pada 20 Mei 2011.
Pemilihan yang dilakukan berdasarkan konsensus itu akhirnya memilih Lagarde sebagai pengganti Strauss-Kahn. Ia menjadi calon terkuat semenjak Strauss-Kahn mengundurkan diri. Bahkan pesaingnya, Cartens, kepada harian The Financial Times mengaku sulit memenangkan persaingan atas Lagarde.
Lagarde merasa sangat tersanjung dengan kepercayaan yang diberikan oleh Dewan Eksekutif. Ia mengucapkan terima kasih kepada anggota IMF atas dukungannya. "Saya juga ingin mengucapkan rasa hormat saya dan penghargaan untuk rekan dan teman saya, Agustin Cartens," ujarnya dalam keterangan pers IMF.
Ia mengatakan, IMF telah melayani 187 negara anggota selama krisis ekonomi dan finansial global. Ia bertekad membuat IMF terus melayani seluruh anggota dengan fokus dan semangat yang sama.
Cartens menyambut baik pemilihan Lagarde sebagai Direktur Pelaksana IMF. Ia juga akan memberikan dukungan penuh kepadanya. "Saya yakin Lagarde akan menjadi pemimpin yang sangat kompeten untuk institusi."
***
Lagarde dari awal sudah banyak dijagokan banyak pihak, tak terkecuali dari Indonesia. Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dari awal mendukung Lagarde.
Di lembaga non-pemerintah, Lagarde pernah berprofesi sebagai pengacara yang handal dan lama menjadi pimpinan perusahaan multinasional. Ia juga paham soal pasar, karena pernah menjabat Menteri Perdagangan sebelum menjabat Menteri Keuangan Perancis.
Tak hanya Agus, Direktur Eksekutif Bank Dunia, Hekinus Manao, juga memperdiksi dari awal bahwa Lagarde berpeluang lebih besar dibanding Cartens. Karakter kuat yang dimiliki perempuan ini menjadi nilai lebih. "Ia juga seorang yang brilian dalam kalkulasi."
Lagarde digambarkan oleh pengagumnya sebagai "rock star" dalam dunia keuangan. Menurut laman The Telegraph, ia dikenal memiliki karakter serius dan pekerja keras, namun juga menarik. Ia juga banyak dipuji baik di dalam dan luar negeri dalam penangannya pada krisis ekonomi. Bahasa Inggrisnya sempurna dan menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pengacara di Amerika Serikat.
Keunggulan Lagarde yang menjadi Menteri Keuangan Perancis sejak 2007 itu adalah ia diterima di kedua sisi Atlantik. Setelah memperoleh gelar sarjana hukum, Lagarde bergabung dengan firma hukum Amerika, Baker dan McKenzie, yang pertama di Paris. Lalu, ia ke Chicago dan mulai meniti jabatan sebagai Direktur. Ia tetap di Amerika selama 25 tahun dan nyaman di Wall Street.
Dominique Carreau, profesor hukum ekonomi internasional dan penulis beberapa buku tentang IMF, menggambarkan Lagarde sosok yang luar biasa. "Ia juga seorang perempuan dan itu penting. Karena tidak ada perempuan yang mengepalai organisasi seperti itu," katanya.
Mantan Kepala Ekonom IMF, Kenneth S Rogoff, memberikan penilaian senada. "Ia memiliki kepribadian yang kuat dan pintar dalam berpolitik," katanya kepada The New York Times. "Pada rapat di seluruh dunia, ia diperlakukan seperti bintang rock," ujarnya.
Di luar kehebatannya, Lagarde memiliki hambatan berupa kasus yang membelitnya. Ia diduga terjebak dalam skandal penyelesaian di luar pengadilan yang melibatkan Bernard Tapie, tokoh kontroversial pendukung Nicolas Sarkozy, Presiden Perancis. Jaksa telah meminta penyelidikan penuh terhadap peranan Lagarde dalam penyelesaian kasus tersebut yang mengakibatkan Tapie menerima dana sekitar 285 juta euro.



0 komentar:
Posting Komentar