VIVAnews - Ratusan barel minyak mentah mencemari sungai Yellowstone di Montana, Amerika Serikat, setelah pipa milik perusahaan ExxonMobil yang terdapat di bawah sungai bocor pada Sabtu, 2 Juli 2011.
CNN melansir bahwa daerah sekitar lokasi kebocoran telah disterilkan dan pipa yang bocor telah ditutup. Penduduk yang tinggal di sekitar sungai sempat diungsikan karena udara diliputi aroma minyak. Namun, mereka kini diperbolehkan kembali ke rumah.
Juru bicara ExxonMobil, Pam Malek, menyatakan sekitar 750 hingga 1.000 barel minyak mentah mengalir dari pipa bocor selama setengah jam sebelum akhirnya dimampatkan.
"Kami menyadari betapa seriusnya kejadian ini. Kami sedang berusaha mengatasinya. Fokus utama kami adalah keselamatan serta kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar," kata Malek.
Belum jelas tingkat persebaran tumpahan itu. Namun, kepala badan penanggulangan bencana setempat, Duane Winslow, menduga bahwa tumpahan akan cepat menghilang.
"Kami hanya tinggal menunggu pergerakan tumpahan, sedangkan Exxon memikirkan langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi monster ini," katanya sebagaimana dikutip dari laman BBC.
Minggu, 03 Juli 2011
Pipa Minyak Bocor, Sungai di AS Terancam
Posted by erna di 22.49 | 0 komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Twitter Update
Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan...
welcome to my blog !!!
.........................................
Visitor
salju
About Me
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar